Soal dan Jawaban Fiqh Mu’amalah

Apa definisi harta menurut mazhab hanafiyah dan jumhur fuqaha?

Menurut Hanafiyah: segala yang mungkin di genggam. Sesuatu dipandang sebagai harta ketika seluruh/ sebagian manusia memanfaatkannya (non materi), dan bisa disimpan sampai waktu dibutuhkan, baik manqul (bergerak) maupun ghair manqul (tidak bergerak). Penggenggaman (al-ihraz) dan penguasaan terhadap sesuatu (al-hiyazah) berlaku terhadap hak dan manfaat.

Menurut jumhur fuqaha:  setiap  memiliki nilai, yg jika rusak maka orang yang merusaknya mesti mengganti. (definisi ini digunakan dalam undang-undang)

Apakah khiyar syarat dan khiyar ‘aib bisa diwariskan?

Hak (juga hak Khiyar Syarat & Khiyar aib) tidak bisa diwariskan menurut hanafiyah, sebaliknya menurut Jumhur Ulama bisa diwariskan

Jelaskan apa itu khiyar syarat dan khiyar ‘aib!

Khiyar Syart: merupakan hak dari masing-masing pihak yang menyelenggarakan akad untuk melanjutkan atau membatalkan akad dalam jangka waktu tertentu. Misalnya dalam suatu transaksi jual beli seorang pembeli berkata kepada penjual : Aku membeli barang ini dari kamu dengan syarat aku diberi khiyar selama sehari atau tiga hari. Khiyar ini diperlukan karena si pembeli perlu waktu untuk mempertimbangkan masak-masak pembelian ini. Ia juga perlu diberikan kesempatan untuk mencari orang yang lebih ahli untuk diminta pendapatnya mengenai barang yang akan dibeli sehingga terhindar dari kerugian atau penipuan.

Syarat2: Tengggang waktu khiyar yang disepakati kedua belah pihak.

Khiyar ‘Aib: adalah hak yang ada pada pihak yang melakukan akad untuk membatalkan atau meneruskan akad bila mana ditemukan a’ib pada barang yang ditukar atau alat tukarnya (harga) yang disepakati sementara si empunya tidak tahu tentang hal itu pada saat akad berlangsung.

Syarat2:

a)    Adanya cacat pada barang atau penukarnya sebelum akad atau sesudahnya tetapi barang belum diserahkan kepada pembeli. Jika barang itu terlanjur sudah diserahkan, maka khiyar menjadi tidak berlaku.

b)   Si pembeli tidak mengetahui adanya kecacatan itu pada saat akad dan penyerahan. Sekiranya ia tahu pada saat itu dan ia menerima penyerahan barang, maka ia dianggap telah rela terhadap barang itu dan khiyar a’ib tidak berlaku.

c)    Tidak ada persyaratan dari si pemilik tentang bebasnya barang dari cacat. Seandainya disyaratkan dalam akad, maka tidak berlaku khiyar bagi si pembeli jika ia telah membebaskan (barangnya dari cacat), berarti ia telah menghapuskan haknya sendiri.

d)   Cacat itu tidak boleh hilang sebelum dibatalkan transaksi.

Sebutkan empat jenis pembagian harta! Jelaskan keempatnya!

Lanjutkan Artikel Pada Halaman Berikutnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*