Sikap Berani Syaja’ah Dalam Islam

Psikologi Islam mengkaji juga tentang bangunan keilmuan Islam. Ada tiga model untuk membangun kebenaran ilmu Islam, yaitu dekodifikasi, Islamisasi ilmu, dan demistifikasi. Pertama, dekodifikasi yaitu menafsirkan teks Al-Qur’an atau Hadits menjadi teks (baru) misalnya tafsir, fiqih, dan sebagainya. Kedua, Islamisasi Ilmu merupakan penafsiran sebuah konteks kedalam teks Al-Qur’an atau Hadits dengan kata lain menafsirakn ilmu yang sudah ada kedalam Al-Qur’an dan Hadits. Ketiga, demistifikasi adalah upaya menafsirkan teks Al-Quran dan hadits kedalam konteks kenyataan ilmu islam.

sikap-syajaah-dalam-islam

Dalam makalah ini penulis akan membahas tentang sikap Berani yang dalam Islam dikenal dengan sebutan Saja’ah dengan menggunakan cara Islamisasi Ilmu. Pertama penulis akan menyampaikan pembahasan mengenai definisi berani menurut teori barat dari beberapa tokoh termasuk sumber keberanian.

Pada sub-bab selanjutnya, penulis akan memaparkan sikap berani dalam sudut pandang keilmuan islam (yang dikenal dengan sebutan saja’ah). Mulai dari definisi, bentuk-bentuk keberanian, sumber keberanian, dan sebagainya. Penulis juga mencantumkan ayat Al-Qur’an dan hadits yang berkaitan dengan pembahasan yang dikaji sehingga terdapat dalil atau hujjah yang jelas.

Dengan adanya makalah ini diharapkan mampu memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan bagi para pembaca untuk lebih memahami tentang keberanian (saja’ah) sehingga dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

BERANI

Definisi

Keberanian berasal dari bahasa latin yaitu Cor yang berati “jantung”, dan bahasa Perancis Corage yang berarti “hati dan jiwa” atau cuer, yang berarti “hati.” Maksudnya, untuk memiliki keberanian harus memiliki hati untuk menghadapi ketakutan, bahaya atau sakit yang diperlukan dalam membela kebenaran, kehidupan rumah, mata pencaharian, budaya keluarga, maupun keyakinan.

Lanjutkan Ke Halaman Berikutnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*