Penjelasan Serta Manfaat Belajar Psikoterapi Islam

Kedua, obat ma’nawi, obat yang sunnahnya menyembuhkan penyakit ruh dan kalbu manusia, seperti doa-doa dan isi kandungan dalam al-Quran.

Kepribadian merupakan produk fitrah nafsani (jasmani-ruhani). Aspek ruhani menjadi esensi kepribadian manusia, sedang aspek jasmani menjadi alat aktualisasi. Oleh karena itu maka kelainan kepribadian disembuhkan dengan pengobatanma’nawi. Demikian juga kelainan jasmani sering kali disebabkan oleh kelainan ruhani maka cara pengobatannya pun harus dengan sunnah pengobatan ma’nawi.

Al-Razi, dokter sekaligus filosof muslim mengatakan bahwa, tugas seorang dokter disamping mengetahui kesehatan jasmani dituntut juga mengetahui kesehatan jiwa. Hal itu menurutnya dilakukan untuk menjaga keseimbangan jiwa dalam melakukan aktivitas-aktivitasnya, agar tidak terjadi keadaan yang minus atau berlebihan. Hal ini menunjukkan urgensinya suatu pengetahuan tentang psikis.

Pengetahuan psikis tidak sekedar berfungsi untuk memahami kepribadian manusia, tetapi juga untuk pengobatan penyakit jasmaniah dan ruhaniah. Banyak diantara kelainan jasmani diakibatkan oleh kelainan jiwa manusia. Penyakit jiwa seperti stress, dengki, iri hati, dan lainnya sering kali menjadi penyebab utama penyakit jasmani.

Muhammad Mahmud, seorang psikolog muslim ternama, membagi psikoterapi Islam dalam dua kategori; Pertama, bersifat duniawi, berupa pendekatan dan teknik-teknik pengobatan psikis setelah memahami psikopatologi dalam kehidupan nyata. Kedua, bersifat ukhrawi, berupa bimbingan mengenai nilai-nilai moral, spiritual dan agama.

Kesimpulan

Istilah penyakit jiwa menurut Al-Qur’an adalah penyakit hati. Pada dasarnya terapi islam terutama yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dapat diterapkan dan kemungkinan besar sembuh adalah bagi orang-orang muslim yang percaya akan kebenaran Al-Qur’an. Antara psikiater dan klien harus bertendensi pada kalam Allah, karena dalam ajaran Islam kita temukan ajaran yang memberikan terapi untuk kesehatan mental.

Islam mengajarkan kepada makhluknya untuk berikhtiar dalam mencari obat dari setiap penyakit. Hal itu telah dijamin oleh Allah SWT bahwa setiap penyakit pasti ada penyembuhnya. Jika mau kembali kepada Al-Qur’an maka Allah telah menjamin kesembuhannya, sebab Al-Qur’an sendiri adalah sebagai penyembuh dan rahmat.

Facebook Comments