Pembagian Mukjizat Berdasarkan Jenisnya

Demikianlah pendapat ahli-ahli bahasa arab dan ahli-ahli sastra. Sebagian mereka mengatakan bahwa kei`jazan al-quran ialah karena dia mengandung badi` yang sangat ganjil yang sangat menyalahi apa yang dibiasakan oleh orang-orang arab.

Golongan yang lain mengatakan bahwa kei`jazan al-quran ialah pada dia mengabarkan hal-hal yang ghaib yang hanya diperoleh dengan jalan wahyu dan pada mengabarkan urusan-urusan yang telah lalu yang tidak dapat diterangkan oleh seseorang ummi yang tidak mempelajari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada umat-umat yang telh lalu. Dan tidak pula bergaul dengan ahlul kitab.

Segolongan ulama menyatakan, bahwasanya al-quran mu`jiz dengan karena dia mengandung berbagai macam ilmu dan hikmah-hikmah yang sangat mendalam.
Sebenarnya al-quran mu`jiz dengan setiap makna yang dapat dipikul oleh lafadz.

Dia mu`jiz pad lafadznya, pada uslubnya, pad penempatan haraf di dalam kalimat-kalimatnya, pada penempatan kalimat dalam jumlah dan penepatan jumlah dalam hubungan ayat dengan ayat.

Al-quran mu`jiz dalam lafadznya dan nadhamnya, dia mu`jiz dalam makna-maknanya yang telah mengungkapkan tirai hakikat kemanusiaan dan risalah kemanusiaan dalam wujud ini.
Dia mu`jiz dengan ilmu-ilmunya dan ma`rifah-ma`rifahnya yang sebagian besar telah diakui oleh ilmumodern sekarang ini.

Dia mu`jiz dalam perundang-undanganya, dalam memelihar hak-hak asasi manusia dan membentuk masyarakat yang ideal.

2. Kadar yang mengi`jazkan al-quran

Golongan mu`tazilah berpendapat, bahwa kei`jazan al-quran berpautan dengan keseluruhannya, bukan dengan sebagian-sebagiannya.

Segolongan ulama berpendapat, bahwa al-quran mu`jiz dengan sedikit dan dengan banyaknya, tanpa dikaitkan dengan surat, seperti firman Allah :
“maka hendaklah mereka mendatangkan tutur kata yang sepertinya, jika mereka orang-orang yang benar.”

Segolongan yang lain berpendapat, bahwasanya al-quran mu`jiz dengan suatu surat yang sempurna walaupun pendek, atau ukuran suatu surat, baik suatu ayat maupun beberapa ayat.

Sesungguhnya al-quran telah minta untuk ditantang keseluruhannya, sepuluh surat dari padanya, suatu surat saja dan dengan tutur kata yang sepertinya.

Kita berpendapat bahwa kei`jazan al-quran terdapat pada suara-suara harafnya, pada tekanan-tekanan kalimatnya, sebagaimana tersirat pada surat-surat dan ayat-ayatnya.

Facebook Comments