Pembagian Mukjizat Berdasarkan Jenisnya

Lihatlah betapa Allah melalui Al Quran, sedemikian teliti untuk menyiapkan segala ragam jenis keajaiban dan selalu menyediakannya agar dapat selalu disaksikan kebenarannya oleh setiap manusia (yang berarti di sepanjang masa selama manusia masih ada).

Setiap masa selalu terjadi perkembangan ilmu pengetahuan & tehnologi yang cenderung berbeda dari satu masa ke masa lainnya, sehingga akan lebih baik jika untuk setiap masa yang berbeda tersebut, Al Quran selalu dapat menampakkan keajaibannya. Keajaiban yang dapat dibuktikan dengan apa yang telah dicapai oleh perkembangan nalar serta ilmu pengetahuan & tehnologi manusia di suatu masa yang sedang berlangsung.

Di masa yang lalu ketika sedang pesatnya perkembangan tehnologi penelitian tentang astronomi (ilmu perbintangan), seharusnya Al Quran telah siap dengan materi yang sesuai dengan jaman tersebut, yaitu dalam bentuk penegasan-penegasan tentang perbintangan menurut Al Quran yang dapat dibuktikan sesuai nalar dan kenyataan yang ada. Demikian pula untuk suatu masa yang sedang mengalami perkembangan pesat dalam pengetahuan tentang partikel, sudah seharusnya bahwa Al Quran juga telah siap dengan materi penegasan tentang kebenaran seputar partikel yang juga harus dapat dibuktikan kebenarannya secara nalar dan kenyataan (empirik).

Demikian seterusnya untuk setiap jaman yang berbeda, di masa lalu (sesudah Al Quran diturunkan), di masa sekarang dan di masa yang akan datang, Al Quran harus telah siap dengan materi yang dapat menegaskan satu atau sejumlah kebenaran yang dapat diterima oleh nalar dan kenyataan empiric dari setiap jaman yang ada. Hal ini sebagai bukti dari mukjizat (keajaiban) Al Quran bahwa Al Quran telah beberapa langkah lebih maju dalam menegaskan banyak kebenaran jauh sebelum diakui kebenaran tersebut oleh nalar dan perkembangan ilmu pengetahuan & tekhnologi.

Al Quran mampu mengimbangi kemajuan pemahaman manusia terhadap diri sendiri dan alam sekitarnya. Sebagai contoh, ada seseorang yang ahli di bidang prediksi, dan Al Quran juga bisa (salah satunya memprediksi tentang kemenangan bangsa Rumawi terhadap Persia), ada juga seseorang yang ahli dalam melakukan penyelidikan ilmu alam, dan Al Quran juga mampu menunjukkan kebenaran tentang alam jauh sebelum diketahui oleh siapapun. Seseorang yang lain lagi boleh jadi memiliki kemampuan nalar yang cukup tinggi dan ahli dalam ilmu filsafat, ternyata Al Quran juga sanggup menunjukkan kebenaran-kebenaran filosofis yang tak terbantahkan. Begitu pula ada seorang yang ahli, mengenai kelautan, maka Al Quran juga dapat mengimbanginya dengan menyajikan kebenaran mengenai kelautan. Atau mungkin anda bertanya tentang bagaimana tanggapan Al Quran terhadap seorang yang ahli dalam ilmu astronomi – luar angkasa ! Tidak masalah ! Al Quran juga dapat menyatakan kebenaran yang terkait dengan ilmu perbintangan serta ilmu tentang jagad raya. Ataupun ada masyarakat yang ahli dalam hal ilmu tumbuh-tumbuhan.

Maka sudah menjadi tugas kita untuk memastikan bahwa sampai kapanpun Al Quran tidak akan pernah bertentangan dengan ilmu pengetahuan & tehnologi yang benar – seberapapun majunya ilmu pengetahuan & tehnologi tersebut berkembang. Sehingga sampai kapanpun akan selalu dapat dibuktikan kepada manusia di setiap jaman yang berbeda bahwa Al Quran memang dari Tuhan Semesta Alam dan hanya kebenaranlah yang ada di Al Quran.

Mukjizat dalam Tafsir Al-Manar

Mukjizat dalam Tafsir al-Manar seperti yang disampaikan Rasyid Rida, adalah merupakan sesuatu yang semata-mata dari Tuhan, bukan usaha atau inisiatif seorang nabi. Secara fenomenologis, ia dibagi menjadi dua bagian, pertama, kejadian-kejadian yang berada di luar hukum alam seperti hukum sebab akibat atau kebiasaan lain, dan kedua, kejadian-kejadian yang memang berada pada dataran hukum Tuhan yang bersifat rohaniah dan bukan material.

Lanjutkan Artikel Pada Halaman Selanjutnya

Facebook Comments