Kupas Tuntas Situs Wisata Dieng

Situs Saliran Dieng

1)      Syiwa, melambangkan sebelah timur

2)      Brahma, melambangkan sebelah selatan

3)      Wisnu, melambangkan sebelah utara, dan

4)      Bima, melambangkan sebelah barat.

Dari ke-8 candi di atas tentunya candi- candi tersebut tidak dibangun dengan mudah dan ada proses yang sulit untuk dipahami oleh logika manusia. Menurut sejarah, candi di bangun dengan sebuah ritual atau upacara. Ritual dilakukan dengan mengumpulkan seluruh penduduk kemudian mereka berkumpul dengan membentuk lingkaran yang ditengahnya ditancapkan sebuah tongkat dari bambu untuk mengetahui arah utara dan selatan. Pembuatan candi biasanya menggunakan batu andesit.

Proses yang pertama kali dilakukan dalam pembuatan candi adalah membuat lubang diatas tanah lalu lubang tersebut di isi dengan air untuk menentukan struktur tanah. Jika rembesan air kecil, maka struktur tanahnya makin keras. Selanjutnya dilakukan penggalian, lalu di dirikan fondasi untuk mendirikan candi, hal tersebut dilakukan dengan mengisi lubang galian dengan perimih, tembaga atau biji besidan di tambah mantra- mantra khusus. Proses itu dilakukan berulang-ulang hingga air meresap kedalam tanah dan pasir menjadi padat serta rata dengan tanah. Kemudian diletakkan batu penutup pada kaki candi, yang berbentuk rongga vertical (sunguran) grabah-grabah dibentuk bangunan kasar candi, untuk merekatkan dibentuk batu pengunci (biasanya berbentuk kotak atau bulat). Setelah terbentuk dilanjutkan dengan pengukiran ornamen atau relif. Di bagian candi juga dibuat saluran air yang berfungsi untuk mengalirkan air bila hujan turun. Dari situ dibentuk puncak candi yang dibuat dengan cara dipahat, kemudian diatasnya diletakkan sebuah langgama atau menara yang terbuat dari kayu atau batu. Setelah semuanya selesai maka akan terbentuk bangunan candi yang terdiri dari:

  • Kaki candi
  • Badan yang membentuk bilik
  • Arca, lingga dan yoni
  • Serta menara.

Bangunan candi sebagai tempat pemjaan dan ziarah.

Para penganut agama hindhu biasanya melakukan pemujaan atau ritual suci. Upacara ritual biasanya diawali dengan membersihkan diri dengan air suci, setelah membersihkan diri barulah para peziarah memasuki candi. Ritual tersebut tidak berhenti sampai disitu, ritual juga harus dilengkapi dengan alat- alat pemuja seperti lonceng, dipa, dupa, beras kuning dan sesaji lain. Setelah selesai melaksanakan ritual para peziarah beristirahat di Dharmasala.

Facebook Comments