Kupas Tuntas Situs Wisata Dieng

Situs Saliran Dieng

Kawasan dataran tinggi Dieng (Dieng Plateau) merupakan tempat wisata yang sudah tidak asing lagi bagi kita, bahkan sudah dikenal di seluruh Indonesia bahkan mancanegara. Kawasan ini terletak di Negara Indonesia, Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Banjarnegara Kecamatan Batur.

Sebenarnya apa sih yang menarik dari Dieng, sehingga banyak tauris domestic ataupun non domestic pada wara- wiri ke Dieng?

Dieng merupakan salah satu tempat yang wajib dikunjungi bagi temen- temen yang suka banget sama yang namanya jalan- jalan, g’ sah deh bagi temen- temen yang pada hobi jalan- jalan namun belum pernah berkunjung ke tempat wisata satu ini. Sebab disini temen- temen akan banyak sekali di suguhi dengan banyak tempat wisata yang menarik serta pemandangan yang sangat indah,,,ya ala korea gitu deh pemandangannya. Mengapa saya bisa mengatakan ala korea gitu, sebab di daerah kawasan Dieng ini disana udaranya sangat dingin,,apalagi kalau sore hari buset deh pemandangan alamnya sangat indah sebab kabut gunung sudah mulai turun jadikan hawa dingin yang merasuk ketubuh membuat tubuh ini terasa lagi kaya di Negara korea gitu..selain itu juga karena hawan yang begitu dinginnya maka ketika kita bicara akan mengeluarkan asab,,,wes mantep bangetkan,,,makanya ayo kunjungi tempat wisata Dieng.

WISATA DIENG

Di kawasan Dieng banyak sekali tempat wisata diantarnya, yaitu: Candi, Museum, Telaga Warna, dan tidak hanya itu kebudayaan dan pola hidup masyarakat serta sejarah peradabannya juga tidak kalah menarik untuk disimak.

Menyusuri jejak sejarah peradaban Dieng

Dieng berasal dari kata “ Di Hyang” yang berarti tempat para arwah dewa. Dieng terletak sekitar 2100 M diatas permukaan laut, ditengah pulau Jawa, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara. Kawasan dataran tinggi Dieng memiliki sumber mata air yang melimpah, sehingga tanahnya sanagt subur, Dieng juga dikelilingi gunung- gunung. Dataran tinggi Dieng ini berawal dari sebuah kawasan Vulkanik yang terbentuk secara bertahap, sejak masa kuarter sekitar 2 juta tahun yang lalu. Pada tahap awal aktifitas erupsi vulkanik membentuk kawah dan pegunungan. Tahap kedua, sebagian kawah tidak aktif lagi dan menjadi kantong- kantong air hujan didataran diantara pegunungan. Dan yang ketiga, kegiatan vulkanik di dalam bumi masih terus berlangsung dan pengaruh larutan hidrotermal menyebabkan terjadinya mata air panas dana kawah- kawah, proses ini berlangsung hingga sekarang.

situs saliran dieng

Dataran tinggi Dieng digambarkan seperti “ buah Avokad” yang semakin keatas semakin mengecil, kawasan dataran tinggi Dieng merupakan sebuah tempat basin. Basin adalah cekung bekas kawah yang terisi air yang berukuran 1800x 1800 M dan dikelilingi oleh gunung perahu disebelah utara.

Dieng sebagai tempat Spiritual

Pada awal ke-8 M, Dieng menjadikan tempat kediaman para leluhur dan sebagai tempat bersemedi Batar Guru, hal itu ditandai dengan berdirinya komplek Hindu Syiwa yang terdiri dari pendeta dan murid.

Kawasan dataran tinggi Dieng juga merupakan tempat pemujaan. Tempat pemujaan itu biasanya dilekukan di gunung yang mereka percayai sebagai tempat bersemayamnya para Dewa. Dari silsilah tersebut di Dieng juga tersimpan sisa peradaban Kerajaan Hindu pada abad ke-8 M dan 9 M. dieng merupakan tempat kerajaan dan pusat pemujaan kerajaan “Mataram Hindu” dari Dinasti Syilendra. Dari kerajaan Mataram Hindu tersebut dapat ditemukan beberapa situs peninggalan kerajaan, salah satunya adalah Candi. Candi dalam agama hindu sering digunakan sebagai temapt pemujaan untuk para Dewa. Candi-candi tersebut didirikan pada adab ke-8 hingga ke-13 M.

Dari situs tersebut ditemukan dua cirri candi dari abad ke-8 dan 9 M yakni banyak dijumpai arca yang berumur lebih tua, yang mengingatkan kita pasa zaman megalitik. Di Dieng sebenarnya ada 18 situs bengunan candi, namun sekarang yang masih utuh hanya 8 bangunan saja, diantaranya adalah kompleks candi arjuna, diasana ada 4 candi yaitu:

  1. Candi Arjuna
  2. Candi srikandi
  3. Candi punta dewa
  4. Candi sembadra

Selain kompleks candi arjuna juga terdapat dua situs lain, yakni candi Dwarawati dan cnadi Gatot kaca. Pada candi Dwarawati terdapat sebuah tuk (mata air) yang disebut “Tuk Bima Lukar” atau Mata Ait Bima Berganti Baju.

Pada candi Srikandi terdapat 3 buah ornamen yang disebut Tambak Tri Murti, yakni:

Lanjutkan Halaman Berikutnya

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*